Nonton Last Tango In Paris -1972-
Bagaimana norma sosial menekan kebebasan individu. Kisah Tragis: Usaha sia-sia untuk mencintai tanpa komitmen.
bukanlah pengalaman menonton biasa. Disutradarai oleh maestro Italia Bernardo Bertolucci, film ini melampaui batas sinema erotis dan drama konvensional pada masanya. Dengan performa brilian dari Marlon Brando dan Maria Schneider, Last Tango in Paris (judul asli: Ultimo tango a Parigi ) tetap menjadi salah satu karya paling dibicarakan, dikagumi, sekaligus dikritik dalam sejarah film.
Paul kemudian mengajukan sebuah aturan main yang sangat tidak biasa untuk hubungan mereka: Nonton Last Tango In Paris -1972-
"Nonton Last Tango in Paris (1972)" adalah perjalanan sinematik yang tidak mudah dilupakan. Meskipun diselimuti kontroversi produksi, film ini diakui secara global sebagai karya seni yang berani.
, then 19. Schneider later stated she felt "humiliated" and "a little raped" by both Brando and Bertolucci. Censorship: Bagaimana norma sosial menekan kebebasan individu
Setelah sukses besar di The Godfather (1972), Brando memberikan salah satu penampilan paling mentah dan otentik dalam karirnya. Menurut banyak kritikus, Brando tidak hanya berakting, ia hidup dalam karakter Paul, menampilkan kerapuhan dan kemarahan seorang pria yang hancur. 2. Sinematografi Vittorio Storaro
Saat dirilis pada tahun 1972, Last Tango in Paris langsung memicu gelombang protes dan sensor di berbagai belahan dunia. Di beberapa negara, film ini sempat dilarang tayang total karena visualisasinya yang sangat eksplisit. 1. Adegan "Mentega" yang Terkenal dan Tragis Brando tidak hanya berakting
Bertolucci and Brando—both Oscar-nominated for their work on the film—decided together to spring the scene on Schneider without her consent, believing they would capture a more authentic reaction of "humiliation and rage". In a 2007 interview, Schneider revealed the lasting trauma of the experience: .