Beberapa platform film indie atau arthouse seperti di YouTube atau situs AsianCrush kadang-kadang memiliki film ini dalam koleksi "Classic Controversial". Sayangnya, untuk Lies , KOFA belum merilisnya secara gratis karena rating dewasa. Namun, pantau terus situs seperti MUBI —MUBI sering menayangkan film-film Jang Sun-woo secara musiman.
: Seorang pemahat patung berusia 38 tahun yang mengalami krisis eksistensial.
: Film ini ditujukan khusus untuk penonton dewasa (21 tahun ke atas) yang mampu mencerna tema psikologis berat dan sinema eksperimental.
The supporting cast, including Lee Sang-yeob as Suk-jae, adds layers to the narrative, their characters embroiled in a delicate dance of power, loyalty, and deception. The chemistry between the actors is palpable, making the film's intense confrontations and emotional moments all the more believable and impactful. nonton film lies 1999 korea
: Menonton Lies sebaiknya dilakukan dengan sudut pandang akademis atau apresiasi sejarah. Film ini adalah tonggak penting yang membuka jalan bagi kebebasan berekspresi sineas Korea modern seperti Park Chan-wook ( The Handmaiden ) atau Kim Ki-duk ( The Isle ).
Salah satu keunikan Lies adalah cara penyampaiannya. Sutradara sering kali "menyela" film dengan wawancara para aktor di balik layar. Kita bisa melihat Lee Sang-hun dan Kim Tae-yeon bercerita tentang perasaan mereka menjalani adegan-adegan berat tersebut. Ini memberikan efek "breaking the fourth wall" yang membuat penonton sadar: Ini hanyalah film, tapi seberapa jauh batas akting itu?
Lies (judul asli Korea: Gojitmal ) adalah film drama erotis yang dirilis pada tahun 1999. Film ini diadaptasi dari novel kontroversial berjudul Tale of a Man Watching a Martial Arts Match karya Jang Jung-il. Sutradara Jang Sun-woo—yang dikenal dengan gaya sinemanya yang provokatif seperti Timeless Bottomless Bad Movie —kembali mengguncang industri perfilman Korea dengan film ini. Beberapa platform film indie atau arthouse seperti di
: Seorang siswi SMA berusia 18 tahun yang bertekad untuk kehilangan keperawanannya berdasarkan pilihannya sendiri, bukan karena paksaan.
Jang Sun-woo tidak menggunakan trik kamera atau sensor yang halus. Film ini menampilkan adegan-adegan ketelanjangan total, pemukulan dengan tongkat (spanking), dan ekspresi kepuasan dari rasa sakit secara mentah dan tanpa basa-basi. Pada masa itu, bioskop Korea Selatan masih sangat konservatif, sehingga penayangan film ini dianggap menyalahi norma kesopanan publik. 2. Isu Sensor dan Hukum
Secara plot, Lies sebenarnya tidak memiliki kompleksitas yang berarti. Kisahnya berpusat pada dua orang manusia yang terjerat dalam hubungan asmaranya yang sepenuhnya dibangun di atas dasar seks: , seorang pematung berusia 38 tahun yang sudah menikah, dan J , seorang mahasiswi berusia 18 tahun yang masih perawan. : Seorang pemahat patung berusia 38 tahun yang
Kita tiba-tiba melihat proses syuting, di mana sang sutradara (Jang Sun-woo yang berperan sebagai dirinya sendiri) berbincang dengan sang penulis novel (Jang Jung-il yang juga berperan sebagai dirinya sendiri). Mereka berdebat tentang bagaimana melanjutkan cerita ini. Ada pula adegan di mana kita melihat sang aktris (Lee Sang-mi) menangis histeris karena tidak tahan dengan beban psikologis perannya, atau adegan di mana aktor pemeran Y (Kim Joo-hyuk) berbicara langsung ke kamera menanyakan apakah ia harus berhenti berakting.
The story follows the intense, sadomasochistic relationship between J (a 38-year-old sculptor) and Y (an 18-year-old high school student). Unlike the polished romances typical of the era,